Berita Menarik

Kumpulan Berita Unik

Kamu yang Nantinya Jadi Masa Depanku. Maukah Menerima dan Memaafkan Masa Laluku, Seburuk Apapun Itu?

Masa lalu adalah urusan perasaan. Masa depan itulah baru urusan pemikiran.

Berita Menarik - Ini bukan sebuah pengakuan dosa atau penyesalan. Aku menulis ini sebagai upaya mengais ketulusanmu agar kelak tidak perlu ada kekecewaan. Sadar dengan segala kekurangan, aku terlalu khawatir kalau kamu menyimpan masa laluku sebagai beban di pikiran. Padahal harapanku tidak jauh berbeda dengan kutipan yang ada di atas, aku mau masa depanlah yang bertahta di sana dan perihal masa lalu cukup kau biarkan tuntas.

Karena setiap orang pasti pernah khilaf. Maukah kamu dengan tulus memberi maaf?

Kamu yang Nantinya Jadi Masa Depanku. Maukah Menerima dan Memaafkan Masa Laluku, Seburuk Apapun Itu?

Di masa lalu, kebebasan mutlak yang aku pilih untuk diriku sendiri, membuatku kadang tidak dapat mengingat norma lagi. Bisa saja aku dulu seorang gadis urakan yang melakukan banyak hal di luar batas kewajaran. Bagaimana kalau aku dulu pernah mencuri cuma untuk sekedar menyenangkan diri? atau bagaimana kalau aku perempuan yang tidak virgin lagi?

Bagaimana pun masa laluku, percaya lah segala keburukan itu telah jauh aku tinggal di belakang. Aku yang sekarang bukan lagi aku yang dulu. Karena itu, aku memberanikan diri untuk memintamu bukan sekedar menerima tetapi juga memaafkannya. Mungkin sulit, tetapi bisakah kamu mengusahakannya.

Mungkin kamu sempat kecewa. Tetapi kumohon jangan biarkan dirimu terus larut dan membiarkan masa laluku mewabah di kepala.

Kamu yang Nantinya Jadi Masa Depanku. Maukah Menerima dan Memaafkan Masa Laluku, Seburuk Apapun Itu?

Kamu selalu mempunyai impian, Kalau pasanganmu kelak seorang perempuan cerdas yang mempunyai reputasi baik dalam segala hal. Tetapi sayangnya, kamu justru mendapatkan seseorang yang mempunyai cacat dihidupnya. Kecewa? aku rasa itu sudah pasti. Tetapi sekali lagi, aku memohon jangan biarkan dirimu terus larut dalam kekecewaan. Jangan biarkan masa laluku mewabah dikepalamu, sampai akhirnya kamu tidak sanggup memikirkan masa depanku.

Sebelum kamu benar-benar menyerah, dan masa depan yang sudah di ujung mata. Aku akan selalu berusaha membuatmu berlapang dada, meski pun harus kembali kuceritakan semua kepahitan yang ada.

Sebagai pertimbanganmu. Izinkan aku bercerita perjuanganku untuk memperbaiki diri sebelum akhinya kita bertemu.

Kamu yang Nantinya Jadi Masa Depanku. Maukah Menerima dan Memaafkan Masa Laluku, Seburuk Apapun Itu?

Bukan cuma kamu yang selalu mempunyai impian pasangan yang hampir terlihat sempurna. Asal kamu tahu mimpiku pun demikian. Seperti yang dijanjikan oleh Tuhan,

Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya)

Mengingat-ingat janji itu, maka aku putuskan untuk berjuang mati-matian untuk memperbaiki dan memantaskan diri. Jatuh bangun aku rasakan. Berkali-kali harus terjebak pada nilai-nilai sosial yang seenaknya menghakimi pikiran. Sering juga aku tenggelam pada penyelasan. Bahkan aku sempat kehilangan rasa percaya diri sampai merasa tidak layak untuk siapa pun. Tetapi untuk kesekian kalinya aku tegaskan lagi, akhirnya aku berhasil untuk menjadi lebih baik dan setidaknya bisa kamu banggakan.

Anggap saja aku pernah mati di masa lalu, kemudian di masa depan berengkarnasi menjadi pribadi yang baru.

Kalau kamu belum bisa menerima masa laluku dengan kelegaan. Kamu perlu tahu, waktu yang aku butuhkan untuk berdamai dengannya tidak cukup sebulan atau dua bulan.

Kamu yang Nantinya Jadi Masa Depanku. Maukah Menerima dan Memaafkan Masa Laluku, Seburuk Apapun Itu?

Sulit memang, menerima kenyataan yang tidak sejalan dengan harapan. Bahkan kamu bisa bilang, butuh waktu yang panjang untuk mengusahakan dirimu berdamai dengan masa laluku. Tenang aku cukup sadar diri, karena dulu pun tidak cuma sebulan dua bulan aku melakukannya. Kelegaan butuh proses yang panjang. Dulu setiap hari aku selalu menelan kepahitan, kalau mengingat-ingat kembali semua kesalahan. Setiap hari aku juga selalu meyakinkan diri, kelak akan ada pria baik hati yang bersedia menerimaku dengan segala cerita yang tersembunyi di masa lalunya. Dan setiap hari aku selalu berdoa kalau pria itu adalah kamu, meski kita belum pernah berjumpa.

Ya, semoga memang pria itu adalah kamu.

Dan asal kamu tahu, impianku hanya satu. Seburuk-buruknya masa laluku, mau kah kamu menjadi seindah-indahnya masa depanku?

Kamu yang Nantinya Jadi Masa Depanku. Maukah Menerima dan Memaafkan Masa Laluku, Seburuk Apapun Itu?

Terlepas dari semua tentang masa lalu yang tidak menyenangkan untuk terus diungkit. Ada masa depan di dalam kepala kamu dan aku yang selalu berusaha bangkit. Masa depan yang selalu mempunyai harapan bisa dilukis seindah-indahnya.

Bayangkan saja kelak kita sukses bersama, memiliki keluarga kecil yang berbahagia, dan akhirnya menua dengan masa depan yang sudah terencana. Apakah itu tak cukup menutupi banyangan masa laluku yang tidak menyenangkan? Apakah masih perlu masa lalu menjadi beban di pikiran, kalau masa depan lebih menggiurkan?

Karena itu, aku tidak akan berhenti mengajukan permohonan ini, bisakah kamu menerima dan memaafkan semua kesalahan di masa laluku dengan kelegaan hati?

Baca juga artikel 4 Hewan Pembawa Hoki
Share this article :
+

Silakan Meninggalkan Comment

0 Komentar untuk "Kamu yang Nantinya Jadi Masa Depanku. Maukah Menerima dan Memaafkan Masa Laluku, Seburuk Apapun Itu?"

Terima kasih sudah berkunjung di blog Kumpulan Berita Menarik :)

 
Template By Kunci Dunia